Fakultas Farmasi
Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang psikologi dengan pendeketan Academic Health System
Integrated Pharmaceutical Care (IPC)
Model pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu farmasi, penelitian, praktik kefarmasian, dan pelayanan kesehatan untuk menghasilkan apoteker profesional yang kompeten, beretika, serta mampu mendukung penggunaan obat yang aman, efektif, dan rasional.
Definisi Integrated Pharmaceutical Care (IPC)
Integrated Pharmaceutical Care (IPC) merupakan pendekatan pendidikan yang menghubungkan pembelajaran akademik, penelitian, praktik laboratorium, praktik profesi, dan pelayanan kefarmasian secara terpadu. Pendekatan ini bertujuan membentuk lulusan farmasi yang memiliki kompetensi ilmiah, profesionalisme, kemampuan analitis, serta komitmen terhadap keselamatan pasien dan penggunaan obat yang rasional.
Pendekatan ini menekankan empat aspek utama:
- Pharmaceutical Care: Memberikan pelayanan kefarmasian yang berpusat pada pasien untuk memastikan keberhasilan terapi.
- Pengembangan Obat: Mengembangkan kemampuan dalam penelitian, formulasi, serta inovasi produk farmasi.
- Kolaborasi Interprofesional: Berkolaborasi dengan berbagai profesi kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pasien.
- Praktik Berbasis Bukti: Menggunakan hasil penelitian dan bukti ilmiah sebagai dasar dalam pelayanan kefarmasian.
Implementasi IPC pada Program Studi Farmasi
Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran menerapkan Integrated Pharmaceutical Care melalui pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu dasar farmasi, penelitian, praktikum laboratorium, praktik profesi, serta pelayanan kesehatan.
Model pembelajaran ini diimplementasikan melalui:
- Praktikum Laboratorium: Mengembangkan kompetensi dalam analisis obat, formulasi, farmakologi, dan teknologi farmasi.
- Praktik Profesi: Memberikan pengalaman pelayanan kefarmasian di rumah sakit, apotek, industri farmasi, dan fasilitas kesehatan lainnya.
- Penelitian Farmasi: Mendorong pengembangan inovasi obat, bahan alam, teknologi farmasi, serta pelayanan farmasi klinik.
- Kolaborasi Interprofesional: Bekerja sama dengan profesi kesehatan lain dalam lingkungan Academic Health System untuk mendukung terapi pasien.
- Pengembangan Profesional: Membentuk kemampuan komunikasi, etika profesi, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan berbasis bukti.
Durasi Program: 4 Tahun (8 Semester) yang mencakup pembelajaran teori, praktikum laboratorium, penelitian, serta praktik profesi melalui jejaring Academic Health System Universitas Padjadjaran.
Keunggulan IPC bagi Mahasiswa dan Masyarakat
Penerapan Integrated Pharmaceutical Care memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat melalui pengalaman belajar yang terintegrasi.
- Untuk Mahasiswa: Mengembangkan kompetensi ilmiah, keterampilan laboratorium, kemampuan analisis, komunikasi profesional, serta kesiapan menghadapi praktik kefarmasian.
- Untuk Pasien: Mendapatkan pelayanan kefarmasian yang aman, efektif, dan mendukung keberhasilan terapi.
- Untuk Masyarakat: Mendukung penggunaan obat yang rasional, meningkatkan literasi kesehatan, serta memperkuat pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
Jejaring Academic Health System (AHS)
Implementasi pendidikan Fakultas Farmasi didukung oleh jejaring Academic Health System Universitas Padjadjaran, yang meliputi:
- Rumah sakit pendidikan dan rumah sakit jejaring.
- Apotek pendidikan dan apotek komunitas.
- Industri farmasi dan laboratorium penelitian.
- Puskesmas serta fasilitas pelayanan kesehatan primer.
- Institusi kesehatan mitra di Jawa Barat.
Jejaring tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktik dalam berbagai bidang pelayanan dan pengembangan farmasi.
Translational Pharmaceutical Research
Penelitian di Fakultas Farmasi berfokus pada pengembangan ilmu kefarmasian melalui riset penemuan dan formulasi obat, bahan alam, farmasi klinik, teknologi farmasi, serta evaluasi efektivitas dan keamanan terapi. Hasil penelitian diharapkan dapat diterjemahkan menjadi inovasi yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan penggunaan obat yang rasional.
Community Pharmaceutical Engagement
Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui edukasi penggunaan obat yang rasional, konsultasi kefarmasian, promosi kesehatan, pelatihan pengelolaan obat, serta pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran terhadap keamanan dan efektivitas penggunaan obat. Kegiatan ini bertujuan mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sehat dan mandiri.
