Program Kebidanan
Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang kebidanan dengan pendeketan Academic Health System
Continuity of Midwifery Care (CoMC)
Model pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan akademik, praktik klinik, penelitian, dan pelayanan kebidanan secara berkesinambungan untuk menghasilkan bidan profesional yang kompeten, beretika, dan berorientasi pada keselamatan ibu, bayi, serta keluarga.
Definisi Continuity of Midwifery Care (CoMC)
Continuity of Midwifery Care (CoMC) merupakan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran akademik, praktik klinik, penelitian, serta pelayanan kebidanan secara berkesinambungan. Pendekatan ini membekali mahasiswa dengan kompetensi untuk memberikan pelayanan yang komprehensif, aman, dan berpusat pada perempuan serta keluarga di setiap tahapan kehidupan reproduksi.
Pendekatan ini menekankan empat aspek utama:
- Continuity of Care: Memberikan pendampingan yang berkesinambungan pada setiap tahap pelayanan kebidanan.
- Kesehatan Ibu dan Bayi: Mengutamakan keselamatan dan kualitas pelayanan bagi ibu, bayi, serta keluarga.
- Kolaborasi Interprofesional: Mengembangkan kerja sama dengan berbagai profesi kesehatan dalam mendukung pelayanan maternal dan neonatal.
- Praktik Berbasis Bukti: Menggunakan hasil penelitian sebagai dasar dalam pengambilan keputusan klinis.
Implementasi CoMC pada Program Studi Kebidanan
Fakultas Kebidanan Universitas Padjadjaran menerapkan Continuity of Midwifery Care melalui pembelajaran yang menghubungkan teori, laboratorium, praktik klinik, dan pelayanan masyarakat secara berkesinambungan.
Model pembelajaran ini diimplementasikan melalui:
- Praktik Laboratorium Kebidanan: Mengembangkan keterampilan dasar melalui simulasi dan pembelajaran berbasis kasus.
- Praktik Klinik: Memberikan pengalaman pelayanan kebidanan di rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan mitra.
- Pelayanan Berbasis Komunitas: Berpartisipasi dalam program kesehatan ibu dan anak, promosi kesehatan reproduksi, serta pemberdayaan masyarakat.
- Kolaborasi Interprofesional: Bekerja sama dengan berbagai profesi kesehatan dalam lingkungan Academic Health System.
- Pengembangan Profesional: Membentuk kemampuan komunikasi, etika profesi, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan klinis.
Durasi Program: 4 Tahun (8 Semester) yang mencakup pembelajaran teori, laboratorium, praktik klinik, dan praktik komunitas melalui jejaring Academic Health System Universitas Padjadjaran.
Keunggulan CoMC bagi Mahasiswa dan Masyarakat
Penerapan Continuity of Midwifery Care memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat melalui pengalaman belajar yang terintegrasi.
- Untuk Mahasiswa: Mengembangkan kompetensi klinis, komunikasi profesional, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan memberikan pelayanan kebidanan yang komprehensif.
- Untuk Ibu dan Keluarga: Mendapatkan pelayanan yang aman, berkesinambungan, dan berbasis bukti sepanjang siklus reproduksi.
- Untuk Masyarakat: Mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui edukasi, pencegahan, pemberdayaan keluarga, dan pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
Jejaring Academic Health System (AHS)
Implementasi pendidikan Fakultas Kebidanan didukung oleh jejaring Academic Health System Universitas Padjadjaran, yang meliputi:
- Rumah sakit pendidikan dan rumah sakit jejaring.
- Puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan primer.
- Klinik bersalin dan praktik mandiri bidan.
- Posyandu dan komunitas.
- Institusi kesehatan mitra di Jawa Barat.
Jejaring tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktik pada berbagai tingkat pelayanan kebidanan.
Evidence-Based Midwifery Research
Penelitian di Fakultas Kebidanan berfokus pada pengembangan ilmu kebidanan melalui riset mengenai kesehatan maternal dan neonatal, kesehatan reproduksi, pelayanan kebidanan, keselamatan ibu dan bayi, serta inovasi dalam praktik kebidanan. Hasil penelitian dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu pelayanan serta mendukung kebijakan kesehatan berbasis bukti.
Community Maternal & Child Health Engagement
Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui edukasi kesehatan reproduksi, pendampingan ibu hamil, promosi menyusui, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan maternal dan neonatal secara berkelanjutan
